Tauhid Sosial

Oleh: Fikri Abdilah Ahmad

Tauhid merujuk pada keyakinan terhadap keesaan Allah SWT dan menjadikannya sebagai dasar dari seluruh ajaran dan amal perbuatan dalam kehidupan. Tauhid dalam Muhammadiyah tidak hanya terbatas pada aspek ibadah, tetapi juga melibatkan dimensi sosial, politik, dan budaya. Tauhid dalam Muhammadiyah pada dimensi sosial yakni mengajarkan bahwa keyakinan akan keesaan Allah harus tercermin dalam hubungan sosial yang baik dan harmonis. Tauhid sosial dalam Muhammadiyah menekankan pentingnya saling menghormati, menghargai, dan membantu sesama manusia. Hal ini tercermin dalam prinsip-prinsip keadilan sosial, solidaritas, dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia.

Tauhid sosial dalam gerakan dakwah Muhammadiyah merujuk pada prinsip-prinsip keimanan yang diterapkan dalam konteks sosial, dengan tujuan untuk membangun masyarakat yang Islami dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan umat manusia. Dalam esai ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang konsep tauhid sosial dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.

Pertama-tama, penting untuk memahami apa itu tauhid. Tauhid merujuk pada keyakinan terhadap keesaan Allah SWT. Dalam gerakan dakwah Muhammadiyah, tauhid sosial melibatkan pengaplikasian keyakinan ini dalam hubungan sosial, baik dengan sesama manusia maupun dengan Allah SWT. Tauhid sosial mendorong para penganutnya untuk membangun kesadaran kolektif dan tanggung jawab sosial yang kuat.

Salah satu aspek penting dari tauhid sosial dalam gerakan dakwah Muhammadiyah adalah perhatian terhadap kesetaraan dan keadilan sosial. Gerakan ini menekankan perlunya menghapus segala bentuk ketidakadilan, penindasan, dan kesenjangan sosial dalam masyarakat. Para pengikut gerakan ini berupaya untuk menciptakan masyarakat yang adil, di mana hak-hak semua individu dihormati dan dipenuhi. Mereka percaya bahwa ketidakadilan sosial adalah pelanggaran terhadap prinsip-prinsip tauhid, karena mengabaikan keesaan Allah dan merusak tatanan sosial yang seharusnya harmonis.

Selain itu, tauhid sosial dalam gerakan dakwah Muhammadiyah juga menekankan pentingnya solidaritas sosial. Solidaritas merupakan sikap saling mendukung, tolong- menolong, dan saling peduli antara sesama manusia. Gerakan dakwah Muhammadiyah mengajarkan bahwa umat Islam harus bersatu dan saling membantu, terlepas dari perbedaan latar belakang sosial, etnis, atau suku. Solidaritas sosial ini ditekankan dalam berbagai program kemanusiaan dan pelayanan sosial yang dilakukan oleh gerakan ini, seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial kepada yang membutuhkan.

Selain itu, tauhid sosial dalam gerakan dakwah Muhammadiyah juga mendorong keberpihakan terhadap kaum lemah dan tertindas dalam masyarakat. Gerakan ini mengajarkan untuk melawan segala bentuk penindasan dan kezaliman, serta memberikan perlindungan dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan. Konsep tauhid sosial ini menggarisbawahi pentingnya membela hak-hak asasi manusia dan memerangi segala bentuk diskriminasi.

Gerakan dakwah Muhammadiyah juga menekankan pentingnya pendidikan dan pengembangan diri. Tauhid sosial dalam gerakan ini memotivasi umat Islam. Gerakan Muhammadiyah memiliki beberapa lahan garap dalam penerapan tauhid sosial. Berikut adalah beberapa contoh lahan garap tauhid sosial dalam Muhammadiyah:

  1. Pendidikan: Muhammadiyah memberikan fokus yang besar pada bidang pendidikan. Gerakan ini mendirikan lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Pendidikan dalam Muhammadiyah diarahkan untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Prinsip tauhid sosial diterapkan dalam kurikulum pendidikan, dengan mengajarkan nilai-nilai keadilan, keseimbangan, dan kepedulian sosial kepada siswa.contoh : Ratusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Sekolah Dasar, Menengah, dan Aliyah hingga Pondok Pesantren Muhammadiyah.
  2. Kesehatan: Muhammadiyah juga memiliki peran aktif dalam bidang kesehatan. Gerakan ini mendirikan rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, dan lembaga pelayanan kesehatan lainnya. Prinsip tauhid sosial tercermin dalam pelayanan kesehatan yang diberikan, yaitu memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama yang kurang mampu secara finansial. Muhammadiyah juga memberikan perhatian khusus pada program-program kesehatan masyarakat, seperti penyuluhan kesehatan dan penanggulangan penyakit endemik contoh : Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Klinik, Tim Gerak cepat MCCC Muhammadiyah saat Covid.
  3. Bantuan sosial: Gerakan Muhammadiyah aktif dalam memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan sosial dalam Muhammadiyah meliputi pendistribusian makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya kepada yang kurang mampu. Prinsip tauhid sosial mendorong para anggota Muhammadiyah untuk peduli dan membantu sesama manusia dalam kebutuhan mereka, serta mengurangi kesenjangan sosial dalam masyarakat. Contoh : Pendistribusian Bantuan Bencana Alam Oleh Lazismu dan MDMC Muhammadiyah
  4. Pemberdayaan ekonomi: Tauhid sosial dalam Muhammadiyah juga tercermin dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Gerakan ini memberikan pelatihan keterampilan dan pembinaan usaha mikro bagi masyarakat yang ingin mandiri secara ekonomi. Prinsip tauhid sosial mendorong Muhammadiyah untuk mendukung perekonomian umat dengan memberikan akses, pelatihan, dan bantuan modal untuk memulai usaha kecil atau menengah.
  5. Pemuda dan mahasiswa: Muhammadiyah juga memiliki perhatian khusus terhadap pemuda dan mahasiswa. Gerakan ini mengembangkan program-program pembinaan pemuda dan mahasiswa yang berorientasi pada pengembangan potensi individu dan kontribusi sosial. Muhammadiyah mengajarkan nilai-nilai tauhid sosial kepada generasi muda agar mereka menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.Contoh : Peranan penting Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai pionir Masyarakat dan Rakyat kecil untuk membela aspirasi dan juga pembinaaan.
  6. Pemulihan bencana: Muhammadiyah memiliki peran yang signifikan dalam pemulihan pasca bencana. Gerakan ini aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi pasca bencana, baik di dalam maupun di luar negeri. Melalui MDMC dan Lazismu juga elemen elemen di Muhammadiyah yang selalu bahu-membahu memberikan uluran tangan di setiap musibah di wilayah di Indonesia.

Dapat disimpulkan bahwa tauhid sosial memiliki peran yang sangat penting dalam gerakan Muhammadiyah, termasuk dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Tauhid sosial dalam gerakan ini mencakup prinsip-prinsip keadilan sosial, solidaritas, keberpihakan terhadap kaum lemah, dan pendidikan. Dalam IMM, tauhid sosial diaplikasikan melalui berbagai kegiatan dan program yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang Islami dan berkontribusi positif bagi kesejahteraan umat manusia. Mahasiswa Muhammadiyah diwajibkan untuk memahami dan menerapkan prinsip tauhid sosial dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keadilan, kebersamaan, dan kepedulian sosial ke lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

Dalam konteks IMM, tauhid sosial tercermin dalam berbagai kegiatan sosial, pelayanan masyarakat, pengembangan potensi diri, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Melalui pendidikan dan pengembangan diri, Contohnya dengan Kegiatan Sekolah Rakyat ini yang merupakan buah Creative Minority dari PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta.

Dengan demikian, tauhid sosial dalam gerakan Muhammadiyah dan khususnya dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, memiliki peran sentral dalam membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran kolektif, solidaritas, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dalam prakteknya, IMM menjadi wadah bagi mahasiswa Muhammadiyah untuk belajar, berorganisasi, dan mengembangkan diri secara holistik, dengan mengedepankan nilai- nilai tauhid sosial sebagai panduan dalam setiap langkah yang diambil.

Terimakasih

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *