Marsinah, suara Yang dibungkam [Puisi]


Oleh: Masita (ketua umum PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta)


Mengungkap bagai menantang nyali
Bergetar karena ketakutan
Terus mengikis jiwa para pembela
Begitulah skenarionya
Siapa Yang akan terus bertahan?
Raga ku sudah mati
Jiwa ku harus kau rawat
Maka aku titipkan perjuangan ini

Kamu harus pahami medan
Terjerumus berujung musnah, sudah biasa
Terlalu panjang kalau harus kudongengkan
Bahkan jika darahmu yang mengalir di sepanjang jalan
Tidak akan dihirau sampai ia mengering dan hilang
Tidak peduli seberapa besar vagina ku dirobek
Tak menggetarkan hati yang sudah membatu
Karena ada nama yang harus dilindungi

Negeri ini berwatak jenaka
Keadilan bagai ilusi belaka
Bahkan nyawa dianggap sepele
Akibat rakusnya para penguasa
Mengejar kekuasaan dengan segala cara
Seakan menolak kenyataan,
bahwa mereka lahir dari rahim ibu

Aku murka karena suara ku dibungkam
Aku marah karena langkah ku dirusak
Dan aku benci perjuangan ku dihentikan
Namun, aku akan damai
Karena aku akan menjadi benih
Yang akan terus tumbuh dalam jiwa perempuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *