Apakah Kampus Merdeka sudah berjalan dengan baik?

Oleh: Suny Izzatun Niswah (PK IMM FIKES UNISA)

Kampus Merdeka merupakan salah satu program kebijakan Merdeka Belajar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kampus Merdeka memiliki tujuan untuk mendorong mahasiswa menguasai keilmuan yang berguna untuk dunia kerja dan memberikan kesempatan untuk mahasiswa memilih mata kuliah-mata kuliah yang akan diambil.

Kebijakan Kampus Merdeka merupakan kebijakan yang baru saja diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kebijakan Kampus Merdeka adalah Hak Belajar 1 semester atau 20 SKS mengikuti perkuliahan di luar program studi dan 2 semester atau 40 SKS dengan program studi yang sama di luar perguruan tinggi, adanya Kebijakan Kampus Merdeka adalah untuk menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan teknologi, sosial, budaya, dunia kerja yang tentunya dari perubahan-perubahan tersebut membutuhkan kompetensi mahasiswa yang sesuai dengan perubahan yang serba cepat.

Dalam perubahan itu, dengan kebijakan Kampus Merdeka diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan, meningkatkan soft skill dan hard skill, kepekaan terhadap kondisi, menyiapkan lulusan yang siap memimpin bangsa dan negara serta dapat mengikuti perkembangan zaman saat ini, serta diharapkan dapat dijadikan sebagai fasilitas untuk mahasiswa akan perubahan tersebut.

Kampus Merdeka dalam pelaksanaannya Perguruan Tinggi wajib memberikan fasilitas kepada mahasiswa dan memberikan hak kepada mahasiswa mengambil atau tidak untuk :

  1. Mahasiswa dapat mengambil 40 SKS atau paling lama 2 semester mengikuti perkuliahan di luar perguruan tinggi
  2. Mahasiswa dapat mengambil 20 SKS atau paling lama 1 semester mengikuti perkuliahan diluar program studi

Dalam pelaksanaanya maka, harus ada sosialisasi akan kebijakan tersebut. Baik dari perguruan tinggi, fakultas, program studi, mahasiswa serta mitra. Mitra itu pun tidak hanya sesama perguruan tinggi bisa dengan industri ataupun yang lainnya.

Bentuk kegiatan pembelajaran yang di rencanakan oleh Kemendikbud terdapat 8 program yang direncanakan yaitu :

  1. Pertukaran Pelajar
  2. Magang/Praktik Kerja
  3. Asistensi mengajar di Satuan Pendidikan
  4. Penelitian/Riset
  5. Proyek Kemanusiaan
  6. Kegiatan Wirausaha
  7. Studi/Proyek Independen
  8. Membangun Desa/ Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT)

Dari program-program itu banyak mahasiswa yang belum paham secara detail bagaimana konsep, alur, standar untuk mengikut dan sebagainya. Sosialisasi yang dilakukan belum begitu massif akan program-program tersebut. Mahasiswa masih banyak yang bertanya Kampus Merdeka itu seperti apa programnya apa saja dan sebagainya. Banyak yang masih bingung juga apakah sama dengan program PKM atau program-program yang sebelumnya telah ada sebelum peluncuran Kampus Merdeka? Ini menjadi salah satu PR untuk perguruan tinggi maupun Kemdikbud juga.

Salah satu yang dapat dilakukan untuk mensosialisasikan program tersebut adalah dengan memberikan informasi secara bertahap dari satu demi satu program yang diluncurkan. Kemudian memberikan buku panduan akan kebijakan Kampus Merdeka, kepada seluruh mahasiswa di perguruan tinggi yang disertai mewajibkan mahasiswa untuk membaca serta pemberian buku panduan kebijakan-kebijakan/kurikulum dari perguruan tinggi sendiri akan program tersebut. Program-program yang diluncurkan sangat bagus sekali bagi mahasiswa untuk meningkatkan keaktifan, kreativitas, kepekaan sosial dan sebagainya. Namun, sangat disayangkan karena program-program tersebut belum tersosialisasikan dengan baik kepada mahasiswa yang mana dalam program ini merupakan sasaran utamanya. Pada dasarnya tak hanya dilakukan seperti itu saja, mahasiswa juga sebaiknya aktif dalam mencari informasi sendiri akan program-program yang dicanangkan. Karena mahasiswa sudah seharusnya aktif dalam mencari dan mengali informasi berbagai hal tidak hanya dalam akademik saja tapi dalam non akademik, keadaan sosial dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *