Jangan Beli Jajan, Belilah Buku, Begitulah Nasihat Guru

Ketika kita masih kecil yang kita tahu hanyalah bermain, tidak pernah memikirkan adanya masalah dalam diri kita, yang terlintas sejak kecil adalah bagaimana menikmati hidup dengan bermain. Sejak kita memakai seragam merah putih waktu itu ada pahlawan-pahlawan yang tak terliput oleh media atau pun koran, yang terlihat oleh kita adalah kegalakan seorang guru dan kasih sayang terhadap muridnya, waktu itu, ikhlas mengajarkan dan membimbing kita dari yang tidak bisa menjadi bisa dalam hal pelajaran yang tidak kita pahami, tetapi sering kali para siswa pada kala itu terlihat kesal dan membencinya, seolah  di kekang dan di batasi untuk bermain, padahal tidak.

Guru adalah sosok dimana kita sekarang tak menyadari betapa beliau begitu semangat mendidik anda didiknya untuk menjadi yang lebih baik dari dirinya, bila menengok sosok dirinya saat ini, entah masih sehat atau sudah tiada, karena dahulu di tingkat sekolah dasar banyak sosok guru yang secara fisik sudah mengalami lanjut usia, mungkin sepuluh tahun silam beliau tegak dan bersahaja, tetapi mungkin sekarang telah mengalami transisi generasi. Mungkin sekarang banyak siswa yang dulu diajari, sekarang mengajari atau telah menjadi guru. Bagiku sosok guru yang ikhlas adalah guru sekolah dasarku pada waktu itu, karena dimana 6 tahun kita dalam pendidikan dasar bukan di tingkat menengah atau tingkat atas bahkan kuliah sekalipun, guru sekolah dasar adalah guru yang akan selalu kita ingat entah sepuluh, dua puluh atau lebih, ketika kita sudah lanjut usia akan selalu kita ingat akan sosok guru .

Ada dua sosok guru yang pastinya kita ingat dan teringat di dalam pikiran kita yaitu yang pertama sosok guru yang galak dan jarang tersenyum melihat anak didiknya, mungkin dalam bahasa sederhananya guru tersebut adalah yang paling tidak kita sukai, karena terlalu galak atau gampang naik pitam, guru tersebut ketika kita tidak bisa mengerjakan soal di depan , dipukulnya kita dengan penggaris panjang atau di suruh tegak berdiri di depan kelas, dilihat oleh teman-teman yang hadir, dan mungkin ketika kita tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Bahkan kadang digiring ke lapangan upacara untuk hormat kepada sang pusaka bendera merah putih, begitu mengerikan sosok guru yang sangat arogan tersebut dan hanya berbaik hati dengan anak murid yang rajin dan pintar dan begitu kejam dengan anak yang nakal, hingga sekarang jika bertemu dengan teman-teman lawas terdahulu, yang pernah mendapat hukuman itu akan tertawa dan membulinya karena kisah tersebut takkan mungkin bisa kita lalui lagi. Kedua, sosok guru yang baik bak seorang ibu peri, begitu dermawan memebri nilai bagus, sosok guru ini pasti akan selalu kita ingat di benak kita, sosok yang selalu jadi bahan perbincangan.

Telintas di benakku sosok guru yang selalu ku ingat kata-katanya dulu hingga sekarang guru ini termasuk guru yang arogan dan galak. Pernah suatu kejadian dimana ada kelas senggang dan guru yang mengajar tersebut sedikit telat untuk masuk kelas, hingga hampir sebagian anak murid di kelas keluar untuk membeli jajan, ya begitullah kegemaran kita, kalau tidak main, ya jajan di luar. Hampir sebagian kelas kosong dan murid-murid bersembunyi di dalam kamar mandi atau pura-pura ke kantor untuk mencari guru tersebut, dengan kejadian itu, si guru tersebut memarahi satu murid sekelas, seraya menasihati “kalian ini bukannya belajar malah jajan di luar, dari pada kalian jajan makan, mending kalian tabung uangnya untuk membeli buku, sebagai bahan belajar kalian” .

Bagaimana kita mau maju jika muridnya seperti ini, waktu itu kita menyadari betapa penting membeli buku untuk belajar, tetapi kita sadar bahawa nasehat guru begitu berarti walau keadaan apapun pasti bermanfaat nasehatnya. Banyak mungkin yang tidak tersampaikan dalam tulisan ini tentang sosok seorang guru yang mungkin setiap orang punya pengalamannya masing-masing. Tetapi guru yang sebenarnya memang ada ketika kita duduk di bangku sekolah dasar yang belum mengenal apa-apa hanya bermain dan belajar. Dan yang selalu ditunggu adalah hari libur sekolah.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa jika kawan-kawan ingat dan resapi pengamalan kita dahulu kala. Sosok guru tidak akan terlupakan dalam benak kita dan jikapun lupa, sedikit bercerita nostalgia, akan mengingatnya kembali. Selamat hari guru, untuk seluruh tenaga pengajar tanpa tanda jasa di bumi pertiwi, kita berhutang pada kalian, sebab dari tangan kalianlah banyak anak-anak bangsa yang terdidik  lahir.

Oleh, Immawan Amiiobo

Jogja, 25 November 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *