Musafir

Dari tirai langit kau tiupkan sukma

Terbagun  musafir dilema dua pintu

Sembilu pagi, kusut tak bermuka

Kau elok telanjangkan cermin firdaus

Cipta siang petang, pantang redup dan mati

Membius mata tak terbatas masa

Membentuk hasrat  menjamah surgamu

Langkah kaki-kaki kecil tak berdosa

Tangan-tangan mungil mengengam erat dunia

Tersimpang di jalan kelabu mencari makna

Dua sayap menuntun di ujung jalan gelap gulita

Demi satu impian pengharapan mulia

Ketuk hati suara berbisik

Siapa engkau…siapa engkau

Langkah jubah putih ringan  tak bersuara

Nur ilahi memanggil

Pudar tangan si kecil

Menangis meratap nasib beribu musafir

Tinggal sayap pucat nan tipis

Membalut sebatang kara

Timbun tanah, raga terpaku menancap bumi

Tujuh langkah akhir

Terbang kembali kepangkuan ars-Nya

 

Pengarang, Immawan Radit

Selasa, 27 November 2015, kamar kos pagi hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *