Catatan Kritis edisi Covid-19

Wabah Covid-19 atau coronavirus-2019, pertama kali terindentifikasi di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei China. Penyakit menular ini, di sebabkan oleh SARS-CoV-2 atau sindrom saluran pernafasan akut, dan sejak saat itu wabah ini terus meluas hampir ke seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia.

Hingga detik ini, China sebagai negara pertama yang terserang wabah covid-19 mulai menunjukkan titik kemenangannya melawan corona virus tersebut. Hal itu ditandai dengan mulai menurunnya angka dari korban pandemi ini, bukan hanya china tetapi juga Singapura dan juga Vietnam.

Keberhasilan itu tentu di dukung oleh kesiapan negara dalam mengahadapi pandemi, dengan kualitas kesehatan yang memadai, infrastruktur yang cukup dan ditambah dengan kepemimpinan yang mampu mendeteksi lebih jauh merupakan modal utama menghadapi covid-19. Pada tingkat otoritas pemerintahan, corona jelas menguji seberapa kuat serta majunya kualitas pemimpin di negara tersebut.

Maka dengan menilik kembali cara penanganan setiap negara dalam mengahadapi virus ini, kita dapat mengukur seberapa bagus kualitas pemimpin di negara tersebut. Corona bukan hanya dilihat dari sisi kesehatan, tetapi juga sisi ekonomi, budaya, sosial dan juga politik yang menyelimuti di negara tersebut.

Terlepas dari itu semua, yang paling utama adalah kemanusiaan haruslah ditempatkan diatas segalanya, begitupun dalam masa pandemik global seperti ini, tak terkecuali politik. Seperti yang di katakan oleh abulrahman wahid “yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan”. Maka dalam menghadapi covid-19, yang harus diperhatikan dan dikedepankan dari segalanya adalah sisi kemanusiaan warganya, bukan hanya sektor kesehatannya saja, melainkan bagaimana kondisi ekonomi rakyatnya serta ketahanan pangannya selama masa pandemi. Dan negara harus menjamin itu.

Silahkan Baca Selengkapnya dokumen di bawah ini:

Catatan-Kritis-edisi-Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *