Bekal Awal Pemberdayaan Masyarakat

Sukai Tulisan


Sukai Tulisan (5 pengunjung menyukai tulisan ini. )


Loading...

Bekal Awal Pemberdayaan Masyarakat

Oleh :

Abie Dhimas Al Qony F

(Ketua Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta)

Kemiskinan merupakan masalah disemua negara di dunia ini. Permasalahan ini selalu menjadi pembicaraan yang tidak ada habisnya untuk diperbincangkan. Salah satu penyebab munculnya kemiskinan adalah karena adanya ketimpangan dimasyarakat. Pada akhirnya ketimpangan ini menciptakan kelas sosial didalam masyarakat itu sendiri. Kelas ini mengakibatkan masyarakat bawah selalu dirugikan, karena pada dasarnya masyarakat bawah inilah yang nantinya mudah untuk dikendalikan oleh para elit penguasa. Elit penguasa dapat dengan mudahnya mengendalikan masyarakat bawah karena mereka bisa mengakses kesemua bidang untuk dijadikan alatnya, sedangkan masyarakat bawah tidak memiliki alat itu.

Masyarakat bawah dibuat tidak sadar oleh elit penguasa atas penindasan yang mereka dapatkan. Kemiskinan yang mereka alami seolah bukan diakibatkan oleh elit penguasa. Padahal sejatinya, para elit penguasa ini menyumbang angka kemiskinan terbesar akibat dari sistem yang mereka ciptakan. Narasi yang diciptakan adalah bahwa kemiskinan diakibatkan oleh manusia itu sendiri bukan sistem yang sedang berjalan. Maka dari itu untuk menghindari kemiskinan masyarakat harus bekerja lebih keras lagi. Makna kesejahteraan diartikan sebagai kepemilikan benda-benda mewah disekitarnya dan tercukupinya kebutuhan hidup sehari-hari. Pemikiran seperti ini merupakan sebuah kesadaran palsu yang juga sengaja diproduksi oleh elit penguasa. Maka dari itu kesadaran seperti itu haruslah dihilangkan diganti dengan kesadaran yang sebenarnya yaitu kesadaran kritis.

Pemberdayaan masyarakat dapat dijadikan alat untuk menciptakan kesadaran kritis didalam masyarakat. Sebelum lebih jauh kedalam pemberdayaan masyarakat, perlu ditekankan kepada setiap organisasi pemberdayaan masyarakat bahwa pertama kali yang harus dipersiapkan adalah cara pandang dalam melihat masalah sosial dimasyarakat. Cara pandang ini sangatlah penting karena nantinya cara pandang menentukan arah gerak dari pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Selain itu, cara pandang ini yang akan menentukan apakah masyarakat akan dijadikan sebagai subjek ataukah objek pemberdayaan. Maka dari itu, seorang aktivis pemberdayaan masyarakat pertama kali yang harus dipelajari adalah paradigma ilmu sosial. Paradigma ilmu sosial inilah yang nantinya akan membantu seorang aktivis pemberdayaan masyarakat dalam memandang keadaan realitas sosial. Kegiatan seperti training merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membentuk paradigma dan cara pandang aktivis pemberdayaan masyarakat sebelum mereka berbaur dengan masyarakat. Sehingga kesadaran kritis yang diharapkan bisa diciptakan dalam masyarakat dapat terbentuk.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai Gerakan Mahasiswa Islam di Indonesia yang salah satu geraknya diarahkan pada humanitas, perlu untuk membentuk kader-kadernya agar memiliki paradigma kesadaran kritis. Sehingga program yang dibuat diranah humanitas tidak sekedar bakti sosial belaka. Paradigma kesadaran kritis wajib dimiliki setiap kader, khususnya anggota Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM). Jika kesadaran kritis terbentuk dalam diri tiap kader, harapannya adalah kader mampu untuk melihat masalah sosial secara komprehensif. Akhirnya IMM menjadi Gerakan Mahasiswa Islam yang benar-benar berbaur dengan rakyat bahwa, bukan berbaur dengan elit penguasa yang memperebutkan politik kekuasaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *