Karakter IMM AR Fakhruddin

Sukai Tulisan


Sukai Tulisan (3 pengunjung menyukai tulisan ini. )


Loading...

Karakter IMM AR Fakhruddin

Oleh : Akmal Ahsan Tahir

(Ketua Bidang RPK PC IMM AR Fakhruddin Yk)

Dari sisi historis, tidak banyak literatur yang menceritakan sejarah IMM AR Fakhruddin hingga pada pimpinan saat ini. Sedari dekade tahun 2000-an hingga saat ini, mungkin hanya Makhrus Ahmadi dan Irvan Mawardi yang dengan fokus memberikan perhatian khusus pada dialektika sejarah IMM AR Fakhruddin. Dinamika pasang surut organisasi membuat AR Fakhruddin mengalami sejarah yang dinamis, para tokoh yang berkubang didalamnnya memiliki kisah tersendiri dalam memimpin Ikatan. Tentu kita tak usah begitu sangsi atas militansi mereka, kemaslahatan perjalanan ikatan menjadi tujuan utama bagi para tokoh yang telah menghibahkan dirinya didalam lautan perjuangan IMM. Pergantian pimpinan dari tahun ke tahun adalah roda perjalanan ikatan yang selalu bertemu dengan kerikil-kerikil tajam, boleh jadi ketangguhan IMM AR Fakhruddin inilah yang membuatnya dikenal sebagai cabang yang memiliki kualitas dan kapabilitas yang baik.

Menurut saya, memahami karakter cabang AR Fakhruddin bisa dilihat dari 2 hal : (1) Dari sisi sejarah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memulai ikhtiar perjuangannya di Yogyakarta, 14 Maret 1964 adalah saksi bisu kelahiran IMM dalam situasi politik yang kian tidak stabil. Sejarah ini menjadi beban tersendiri bagi IMM Yogyakarta untuk terus melanjutkan ikhtiar perjuangan. (2) Predikat Yogyakarta sebagai “kota pendidikan” yang selama ini termaktub dalam benak masyarakat. Beban predikat ini mestinya mampu dijawantahkan kader IMM Kota Yogyakarta dalam membentuk kader intelektual/terdidik. Para kader IMM yang tergabung dalam kapal perjuangan cabang AR Fakhruddin haruslah kader-kader yang memiliki basis intelektual yang mendasar. Pada kenyataannya, perubahan zaman semakin mengalihkan Yogyakarta dari jargon Kota Pendidikan menjadi kota pelacuran. Kian banyaknya mahasiswa yang menjadi pemuas hasrat pria hidung belang menjadikan predikat itu semakin tergerus. Karenanya, menurut saya predikat Kota Pendidikan adalah sebutan yang mesti tetap dipertahankan oleh IMM AR Fakhruddin.

Secara demikian, ada dua karakter yang hemat saya menjadi beban bagi IMM AR Fakhruddin, pertama sebagai cabang yang memiliki kaderisasi yang efektif, kedua sebagai cabang IMM yang menghasilkan produk intelektual yang bermanfaat bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *