Refleksi dan Resolusi 2019

Sukai Tulisan


Sukai Tulisan (1 pengunjung menyukai tulisan ini. )


Loading...

Refleksi dan Resolusi 2019

Oleh :

Riky Rikardo

(PK IMM FH UMY)

yang patah tumbuh, yang hilang berganti, yang hancur lebur akan terobati, yang sia-sia akan jadi makna, yang terus berjuang suatu saat henti(Banda Neira )

Penggalan lagu diatas dari banda neira tersebut jelas, menggambarkan siklus kehidupan seorang manusia. Ada yang hilang ada yang datang, kadang sedih kadang bahagia, dan itu semuanya menjadikan manusia sebagai makhluk yang lucu. Manusia sejatinya sangat terbiasa dengan fase transisi, sejarah manusia telah membuktikan dari peradaban kuno hingga hari ini, manusia sebagai saksi sekaligus pemain dari perubahan itu. Artinya secara esensial manusia sangat akrab dengan perubahan, bahkan perubahan adalah Manusia itu sendiri!

Sebuah perubahan adalah suatu keniscayaan yang akan terjadi di dalam kehidupan Manusia, konsep perubahan sebenarnya sangat sederhana yaitu apa yang kita lakukan hari ini sudah pasti berbeda dengan hari Esoknya. Perubahan menolak persamaan, karena akan menyalahi kodratnya sebagai perubahan, Maka itu tidak ada yang bisa menyamakan hari ini dengan hari esok, satu bulan kedepannya bahkan satu tahun kemudian. Seperti halnya pergantian tahun dari 2018 – 2019 karena akan mengalami perubahan. Pergantian tahun adalah perubahan yang seringkali dibarengi dengan sorak-sorak kegembiraan, entah apa yang disoraki, entah apa dirayakan, padahal tanpa perlu soraki perubahan itu akan datang dengan sendirinya.

Ketika terjadi suatu perubahan maka konsekuensi logisnya akan ada yang ditinggalkan oleh perubahan itu , dalam kehidupan manusia tulah yang disebut sebagai sejarah. Maka perubahan melahirkan sejarah. Sejarah akan berguna menjadi momentum merawat ingatan kejadian lampau dengan segala tindakan manusia sekaligus menjadi panduan untuk melakukan perubahan kedepannya. Karena itu yang dirayakan dalam  setiap pergantian tahun, bukanlah perayaan perubahan angka tetapi kesuksesan seorang manusia yang telah membukukan sejarahnya dan siap melakukan perubahan kedepannya dengan berbekal sejarah yg telah ia buat sebelumnya.

Namun akan menjadi suatu tragedi, apabila manusia tidak mampu mengelola bahkan  menaklukan perubahan itu , karena manusia itu sendiri yang akan menjadi korban pertama dari perubahan. Maka sangat lucu ketika manusia merayakan perubahan, namun dirinya sendiri belum mampu untuk melakukan perubahan, satu-satunya jawaban atas peristiwa itu adalah dia tidak dikehendaki oleh Zaman Edan ini. Maka perubahan zaman perlu ditantang dengan pengembangan kapasitas, pengembangan keilmuan. Bukankah para filsuf dulunya mengimbangi perubahan zaman itu dengan pertarungan intelektual yang menghasilkan suatu konsep yang dapat menaklukan perubahan itu. Perubahan era memang bergandengan mesra dengan pengambangan kapasitas manusia itu sendiri. Kalau itu tidak terjadi maka itu tragedy kemanusiaan.

Era hari ini samakin mekanis, manusia dan teknologi sudah tidak mampu dipisahkan. Dalam tulisan ini saya tidak ingin mengkaji bagaimana hubungan manusia dan teknologi itu. Tetapi yang perlu saya tuliskan disini, bahwa apa yang terjadi hari ini adalah konsekuensi nyata sejak ditemukannya Mesin Uap pertama yang membantu kegiatan manusia. Transisi itu terasa sangat nyata dengan ditemukannya Artificial Inteligence yang sangat membantu manusia dan sekali lagi manusia tidak dapat menolak kehendak zaman itu. Tidak ada yang mampu memprediksi apa yang akan ditemukan selanjutnya namun yang pasti adalah perubahan adalah suatu keniscayan, selama peradaban manusia masih ada maka selama itu juga perubahan akan terus ada. Maka untuk mengawali tahun 2019 ini, manusia harus mempersiapkan kapasitas mereka sebagai manusia untuk mengalami perubahan.sebelum perubahan itu menjadi ancaman buat kehidupan Manusia.

 

1 thought on “Refleksi dan Resolusi 2019”

Leave a Reply to justin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *