PRIMATA DALAM ‘SIRKUS’ INTELEKTUAL

Sukai Tulisan


Sukai Tulisan (3 pengunjung menyukai tulisan ini. )


Loading...

PRIMATA DALAM ‘SIRKUS’ INTELEKTUAL

 

Oleh : IMMawan Muhammad

Berbicara soal intelektual pasti erat kaitannya dari makhluk bernama mahasiswa para agen perubahan, penerus generasi bangsa Indonesia tercinta ini. Bagaimana tidak, sistem para makhluk cendekia yang kita sebut kampus ini dibuat sedemikian miripnya dengan sistem kenegaraan kita dengan kata lain miniatur negara. NKK/BKK sebagai bentuk awal dari trias politika, terdiri dari badan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Sangat spesial bukan, namun apa yang dicanangkan tersebut belum tentu berjalan mulus seiring waktu mengikis peradaban intelektual.

Niat awal NKK/BKK untuk untuk membuat kaum-kaum cendekia yang matang bergeser pada kepentingan sekelompok pihak saja. Yang tujuannya stabilisasi dan fungsi koreksi bergeser menjadi politik praktis, saking hebat kita dalam pergejolakan politik kampus kita sampai terbawa dalam kepentingan masing-masing kelompok. Lantas bagaimana kita kelak saat kembali pada masyarakat jika saat di portal kelahiran penerus bangsa saja kita sudah tertanam nilai-nilai perusak layaknya rezim penguasa yang semena-mena? Hancurlah bangsa ini di masa mendatang.

Sistem kampus tidak lagi mencerminkan kaum-kaum pembawa perubahan, tingkat keapatisan dan sifat materialis yang berujung hedon semakin menjamur. Para kaum yang ditakuti penguasa tidak lagi terlihat seperti lenyap ditelan bumi. Kampus menjadi komoditas bagi laten kapitalis, nilai-nilai kemanusiaan bergeser menjadi hukum rimba. Siapa berada dipuncak rantai makananlah yang berkuasa hampir tidak ada bedanya dengan para primata yang hanya berpikir hidupnya. Yah memang jika primata masih saudara jauh kita bagi yang sependapat dengan Bung Darwin dalam “The Origin of Species” namun berharap serendah itukah kita?

Bisa dikatakan jika NKK/BKK telah gagal untuk menstabilkan dunia kampus apalagi bangsa ini sendiri. Rasanya perlu kita kembali merenung dan merefleksikan kembali identitas mahasiswa, tragedi tahun 1998 mungkin telah menjadi akhir dari perjuangan mahasiswa yang sebenarnya bersama dengan rezim orba. Memang benar jika tidak sesuai lagi dengan realita saat ini namun ingat semangat kita sebagai mahasiswa harus tetap segigih mahasiswa 98’ caranya saja yang akan berbeda.

Sudahlah, cukup bagi saya berkomentar sebab para primata sedang sibuk dalam pertunjukannya dalam sirkus bertajuk intelektual.

Alegra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *