Hari Untuknya, Hari Untuk Kita

Sukai Tulisan


Sukai Tulisan (0 pengunjung menyukai tulisan ini. )


Loading...

Oleh : Immawati Syifa Rahmi Utami

Tanggal 21 April menjadi salah satu hari yang diberi tanda oleh rakyat Indonesia, khususnya mereka yang memfokuskan pada gerakan dan pembelaan perempuan, dan IMMawati menjadi salah satu masyarakat Indonesia yang juga memberi tanda pada tanggal ini, lantas ada apa dengan hari ini? Apa istimewanya hari ini? Kenapa di cetuskan adanya Hari Kartini, padahal tidak sedikit pahlawan – pahlawan perempuan yang juga berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan perempuan. Presiden pertama kita bapak Soekarno presiden yang selalu dibanggakan dan diakui kehebatannya bahkan tidak memiliki tanggal khusus untuk memperingati kelahirannya.

Namun jika kita refleksikan kembali, bahwa ada beberarapa asalan kenapa akhirnya hari ini menjadi hari yang istimewa, yang pertama bahwa R.A Kartini begitu maju pada jamannya memikirkan bagaimana kemerdekaan perempuan untuk mendapat hak yang sama dalam hal pendidikan, dimana pada saat itu perempuan benar-benar dalam keadaan dibedakan, dibelenggu oleh benteng keperempuanannya.

kedua yang menjadi istimewa adalah pemikiran dari beliau yang begitu mendasar mengenai hak yang sama untuk mendapat pendidikan dapat memberikan pengaruh yang sangat luas terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Tanpa mengurangi rasa hormat dan tanpa maksud untuk membandingkan namun pengaruh yang berhasil diciptakan dari pemikiran beliau lebih luas dibandikan pahlawan-pahwalan perempuan lain.

Ketiga hal yang menjadi hari istimewa ini hari untuk khusus memperingati beliau, dikarenakan beliau berjuang atas keresahannya sendiri dan juga menulis atas ide dan keberanian dirinya sendiri.

Tanggal 21 April sebagai hari yang begitu istimewa untuk memperingati perjuangan R.A Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, namun hari tersebut akanlah kehilangan keistimewaanya jika hanya dijadikan sebagai kegiatan simbolis belaka, tanggal dimana kita akhirnya kita secara rutinitas melakukan kegiatan simbolis untuk memperingati hari kartini ini.

Kemudian menjadi bertambah kekeliruan jika hari tersebut sebagai hari untuk memperingati perjuangan R.A Kartini menjadikan kita terbelenggu dalam sejarah perjuangan beliau dan hanya sebatas membicarakan sosok beliau yang membanggakan sosok beliau yang seharusnya menjadi panutan, sosok beliau yang luar biasa pemikirannya pada jaman itu. Tanpa akhinrnya merefleksikan diri untuk memberikan sebuah perubahan, perubahan yang terkecil saja yaitu perubahan terhadap diri pribadi. Jika kita pada akhirnya hanya sampai pada kenangan terhadap sosok beliau maka hal itu menjadi sia sia.

Kita sebagai kaum yang mengakui akan pentingnya perjuangan dan perubahan untuk kaum perempuan, seharusnya tidak hanya sampai pada mengenang sosok, namun teruslah menggali diri terhadap pemikiran-pemikiran pembaharuan terutama pada hal yang biasa kita sebut gender.

Pada tulisan ini memang cukuplah menggunakan kata KITA sebagai bentuk untuk tidak membedakan perempuan dan laki-laki, tidak membedakan IMMawan dan IMMawati, karena pada dasarnya keduanya tetaplah kader IMM, kader Muhammadiyah yang tetap menjunjung tujuan yang sama, tetap memiliki ideologi yang sama, cukuplah kita selama ini terjebak dengan kata perempuan, jika hal itu menyangkut terhadap ketidakadilah gender, tentang isu perempuan, maka hal itu akan selalu dilimpahkan kepada perempuan, maka apakah laki-laki menjadi tidak perlu untuk memahami dan memperjuangkan hal yang sama?

Sama dengan apa yang diperjuangkan R.A Kartini, jika persamaan hak dalam pendidikan untuk laki-laki dan perempuan, hanya di fahami dan diperjuangkan oleh perempuan, apa yang diperjuangkan oleh beliau tidak akan kita rasakan. Sama dengan Negara Indonesia bahwa kemerdekaan ini diperjuangkan masyarakat Indonesia bersama.

“Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandanganya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyang” – R.A Kartini

“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri” – R.A Kartin

 

Menjadi Pro Terhadap Perempuan

Bukan Berarti Anti Terhadap Laki-Laki

 

Syifa Rahmi Utami, 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *