“Tercabik dari Pesan Penyadaran”

 

Karya : Immawan Dwiky Meidian Bahri (IMM FEB UMY)

 

Kulihat sekeliling pagi ini tampak berbeda.

Iya dari yang biasanya matahari yg mulai menyinari.

Kini berubah menjadi pekat dilangit-langit.

Memang itu hanya mendung biasa tanpa disertai hujan.

 

Tapi tunggu dulu, coba telaah kembali Sehari hingga dua hari sebelumnya.

Ada kejadian apa yang menimpa yogyakarta, gunung kidul dan sekitarnya.

Sebentar, kata si bapak tua itu telah terjadi bencana banjir akibat hujan yang terus turun mengguyur kota yogyakarta,gunung kidul dan sekitarnya.

 

Aku pun melihat info” terkait hujan di media massa.

Serta menanyakan ke orang” yang telah mendengar berita.

Ternyata ada bibit siklon di selatan jogja.

Lalu aku kembali serius dengan berita yang aku baca.

Bukan masalah bibit siklon nya.

Tetapi kudapati berita bahwa puluhan rumah tenggelam akibat bencana banjir dan longsor yang menerpa.

 

Khususnya di gunung kidul yang dimana Hanya terlihat atap rumahnya saja.

Dan selebihnya air yang menggenang dengan seenaknya saja.

Ratusan warga pun harus merelakan tempat tinggalnya dan seisinya yang sudah entah kemana.

Tapi apalah daya bencana ini bukan kehendak kita melainkan dari yang maha kuasa.

 

Ini menandakan kita harus kembali berfikir untuk tetap waspada dengan keimanan kita.

Karena ini adalah suatu ujian bahwa kematian bisa terjadi kapanpun entah bagaimana caranya.

Dan kepada Allah lah engkau berserah diri. agar selalu memahami bahwa Allah selalu memberi arti di hidup ini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *