IMPLEMENTASI NILAI-NILAI IDEOLOGI MELALUI GERAKAN BERBASIS SOSIAL

Sukai Tulisan


Sukai Tulisan (0 pengunjung menyukai tulisan ini. )


Loading...

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI IDEOLOGI MELALUI GERAKAN BERBASIS KOMUNITAS (SOCIAL CARE COMMUNITY)
Oleh : Sufandry Aditya U ( Pegiat Social Care Community ) dan
Affan Qolbi

  1. Muhammadiyah adalah salah satu Organisasi terbesar di Indonesia, lahir pada tanggal 18 Nopember 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330H oleh almarhum KH. Ahmad Dahlan. Tujuan utama didirikan Organisasi ini adalah sebagai bentuk perjuangan untuk mencapai suatu cita-cita. Kalau boleh kami bercerita sedikit tentang Muhammadiyah, dengan landasan Ideologisnya sungguhlah menakjubkan apa yang menjadi tujuan serta cita-cita yang terus di Ikhtiarkan harapannya suatu hari nanti akan terwujud. Pokok pikiran yang merupakan prinsip-prinsip dasar yang dimaksud sebagainilai hidup Muhammadiyah. Tertuang didalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yang dibuat oleh almarhum ki Bagus H. Hadikusumo dan disahkan pada Sidang Tanwir 1951. Muqaddimah Aggaran Dasar Muhammadiyah mempunyai tujuh prinsip yang meliputi : Pertama, Hidup Manusia harus berdasarkan Tauhid. Kedua,Hidup manusia harus Bermasyarakt. Ketiga, Hanya hukum Allah yang sebenar-benarnya. Keempat, Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Kelima, perjuangan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam harus mengikuti jejak perjuangan para Nabi Muhammad SAW. Keenam, perjuangan untuk mewujudkan hal tersebut harus dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknyadan berhasil. Ketujuh, terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur lahir batin yang di ridhai oleh Allah SWT.
    Kemudian ada lagi seperti ‘Kepribadian Muhammadiya’ ini adalah suatu hakekat Muhammadiyah serta apa yang menjadi pedoman amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah. Yang tidak kalah penting untuk kita pahami adalah ‘Keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah’ ini sebagai bentuk rumusan Ideologi Muhammadiya yang menggambarkan bahwasannya Muhammadiyah adalah gerakan berlandaskan Islam serta Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah agama yang telah diwahyukan oleh para Nabinya sehingga dapat membentuk atau merubah seluruh tatanan sosial maupun lainnya. Sebenarnya masih banyak lagi sesuatu yang penting supaya kita semua bisa memahami Muhammadiyah lebih jauh.
    IMM resmi dideklarasikan oleh Djasman alkindi beserta tokoh-tokoh lainnya pada tanggal 14 maret 1965 lebih tepatnya 29 Syawal di Yogyakarta dan diresmikan oleh PP Muhammadiyah yang pada saat itu diketuai oleh KHA. Badhawi. Dengan hal tersebut IMM secara ideologi tidak bisa dipisahkan oleh Muhammadiyah itu sendiri. Oleh karena itu dalam ranah gerak IMM terbagi menjadi 3 bagian yaitu Keagamaan, Kemahasisswaan dan kemasyarakatan ini yang biasa kita sebut dengan Trilogi, kemudian yang menjadi Nilai nya yaitu aspek ke Religiusitas, Intelektualitas dan humanitas biasa kita sebut sebagai Trikompetensi Dasar. Dengan tujuan utama Mengusahakan Terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Untuk mewujudkan semua itu bukan lah hal yang mudah dengan dinamika saat ini.
    Dalam Muktamar Muhammadiyah yang ke-47 berlangsung di Makasar, Sulawesi Selatan. Dalam Muktamar tersebut ada beberapa isu yang memang harus diperbincangkan seperti isu keumatan, Kebangsaan dan kemanusiaan. Ini adalah isu-isu yang dianggap strategis, karena persoalan tersebut mengalami permasalahan yang begitu komples dan menjadikan umat Islam semakin mengalami kemunduran. Untuk mencegah hal tersebut ada beberapa point yang menjadi hasil keputusan dari Muktamar Muhammadityah yang ke-47 di Makasar salah satunya adalah Dakwah Pencerahan berbasis Komunitas. Ini adalah salah satu gagasan serta upaya Muhammadiyah dalam menuntaskan persoalan-persoalan tersebut. Ini adalah salah satu gerakan pencerahan sebagai sambungan dari gerakan pembaharuan yang dilakukan pada abad pertama Muhammadiyah. Apabila mengacu kepada hasil Muktamar gerakan Pencerahan meruypakan aktualisasi misi dakwah dan tajdiud yang bersifat transformatif, yaitu strategi perubaahan secara dinamis yang menekankan pada proses gerakan yang membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan masyarakat.
    Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apakah yang harus dilakukan IMM hari ini ?
    Deklarasi Baiturrahman : Adanya proses Perubahan Sosial didalamnya, ,melihat tantangan Indonesia kedepan lebih berat. Dengan itu harus dilakukan penuh tekad yang kuat serta senantiasa mengemban amanah perjuangan. Semarang, 25 Desember 1975
    Apabila mengacu kepada pokok pikiran IMM bergerak diranah kemasyarakatan atau aspek humanitas (memanusiakan manusia), atau point ke 6 dari enam penegasan yaitu IMM adalah lillahitala diabadikan untuk kepentingan masyarakat. Dengan mengacu kepada hal tersebut ditambah lagi dengan salah satu deklarasi Baiturahman bahwasannya IMM harus ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan persoalan kemanusiaan untuk saat ini. Implementasi dari Idelogi IMM point atas bisa berbentuk gerakan filantropi dan empowerment. dalam arti gerekan tersebut harus bisa menjadi kekuatan IMM untuk bisa berkontribusi ke masyarakat. Dengan memaksimalkan gerakan tersebut, seperti membuat suatu creativ minority yang ranahnya langsung kemasyrakat. Gerakan amal serta pemberdayaan yang menjadi kekuatan Muhammadiyah dari dulu hingga kini. Dengan membangun Amal Usaha Muhammadiyah seperti rumahsakit, sekolahan, panti asuhan dll. Oleh karenanya IMM harus mampu mengemban tantangan untuk bisa memperluas atau memaksimalkan dakwah dengan gerakan filantropi dan empowerment.
    Muhammadiyah dalam mengaplikasikan nilai-nilai dari surat Al-Ma’un membuat gerakan feeding, healing dan scholing sebagai upaya untuk memberdayan kaum mustadh’afin, maka IMM juga perlu berijtihad untuk membuat gerakan dalam mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam surat Al-Ma’un tersebut. Jumlah kader IMM yang semakin banyak tentunya memerlukan sebuah wadah yang terorganisir sebagai tempat untuk mengaktualisasikan pemahaman ideooginya kedalam ranah praksis, melihat kondisi saat ini gerakan sosial berbasis komunitas sangat relevan untuk dikembangkan kedepannya, dengan gerakan berbasis komunitas diharapkan mampu menyerap kader-kader IMM untuk secara konsisten bergerak diranah sosial dengan corak gerakan filantropi dan empowerment, corak gerakan inilah yang dilakukan pertama kali oleh KH Ahmad Dahlan dalam membangun gerakan sosial hingga saat ini terus berkembang.
    Sebagai bentuk ijtihad untuk membuat gerakan sosial berbasis komunitas, maka mengacu pada kebijakan PC IMM AR. Fakhruddin telah dibentuk Social Care Community untuk wadah kader-kader IMM bergerak ke ranah sosial. Hadirnya Social Care Community merupakan pengaplikasian dari kebijakan PC AR Fakhruddin dalam mengurangi kesenjangan sosial yang menjadi salah satu permasalahan sosial yang saat ini terus meningkat. Social Care Community bergerak untuk memberdayakan masyarakat salah satunya dengan mengembangkan potensi ekonomi di suatu wilayah yang membutuhkan, dengan mengembangkan potensi ekonomi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan perekonomian masyarakat yang tergolong mustadh’afin serta menjadi instrument untuk mengurangi kesenjangan sosial dalam sektor ekonomi. Pada saat ini Social Care Community telah merumuskan untuk mengembangkan potensi ekonomi di salah satu panti asuhan Muhammadiyah tepatnya Panti Asuhan Ashabul Kahfi kecamatan Moyudan kabupaten Sleman, dengan adanya sektor produksi di panti asuhan tersebut diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi panti asuhan. Harapan untuk kedepannya Social Care Community bisa terus berkembang dengan jumlah komunitas yang lebih banyak lagi agar bisa menyentuh tempat-tempat yang sekiranya membutuhkan adanya suatu pemberdayaan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *