MEMBUMIKAN NILAI KEMANUSIAAN SEBAGAI RUH GERAKAN MELAWAN KESENJANGAN DI YOGYAKARTA

Sukai Tulisan


Sukai Tulisan (0 pengunjung menyukai tulisan ini. )


Loading...

Oleh: Arief Eko Setiantoro – Ketum korkom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Pada milad IMM yang ke-53 IMM cabang AR.Fakhrudin mengusung tema “Membumikan nilai kemanusiaaan sebagai ruh gerakan melawan kesenjangan di Yogyakarta” perlu kita ketahui IMM memiliki posisi yang sangat strategis di lingkup sosial artinya IMM sebagai organisasi pergerakan memiliki kemampuan untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidaak berpihak kepada masyarakat serta IMM juga memiliki kekuatan untuk mengorganisir massa.

Pada usia yang telah lebih setengah abad ini IMM sudah saatnya untuk bergerak keluar maksudnya IMM harus mampu membangun jaringan ataupun memiliki cabang secara luas dan masif di skala internasional, sehingga dakwah IMM dan Muhammadiyah dapat tercapai secara utuh. Jika bertolak dari tema diatas, IMM AR.Fakhrudin ingin mengupas tentang “nilai kemanusiaan dan kesenjangan” khususnya di Kota Yogyakarta. Terkait dengan tema diatas mari kita kupas satu persatu :

IMM yang notabene memiliki tiga landasan yaitu Keagamaan, Kemahasiswaan, Kemasyarakatan sudah seharusnya dapat melebur kelingkup sosial artinya nilai-nilai yang ada di IMM dapat di implementasikan ke masyarakat sehingga masyarakat secara luas dapat merasakan dampak dari keberadaan IMM sebagai organisasi pergerakan. Karena dewasa ini nilai-nilai kemanusiaan yang berada pada pribadi seseorang mulai tereduksi dengan seiring perkembangan zaman. Sebagai contoh jika mengaitkan dengan nilai kemanusiaan, apakah masih relevan jika UMR (Upah Minimum Regional) yang berada di yogyakarta sekitaran Rp.1.500.000 dibandingkan dengan harga kebutuhan pokok yang semakin melambung tinggi. Kemudian pertanyaannya dimanakah letak nilai kemanusiaan itu jika segala harga kebutuhan pokok malah berbanding terbalik dengan pendapatan masyarakat. Oleh sebab itu IMM memiliki PR besar guna menyadarkan kepekaan sosial kepada masyarakat.

Kemudian jika menyangkut kesenjangan sosial ada beberapa faktor kenapa kesenjangan sosial di setiap negara sangatlah tinggi. Salah satu faktornya yaitu kemiskinan, dan menurut teori Robert Chambers bahwa inti dari kemiskinan terletak pada kondisi yang disebut deprivation trap atau perangkap kemiskinan. Dan perangkap itu terdiri dari: 1.Kemiskinan itu sendiri 2.Kelemahan fisik 3.Keterasingan atau kadar isolasi 4.Kerentanan. Memang kesenjangan sosial ini tidak dapat dihilangkan akan tetapi dapat diminimalisir. Lalu bagaimana cara untuk meminimalisir kesenjanganan, salah satunya yaitu : 1.Tingkatkan mutu pendidikan 2.Tingkatkan system keadilan 3.Pemerataan pendapatan masyarakat. Jika cara tersebut diatas mampu dilakukan dengan baik oleh pemerintah maka akan mungkin sekali bahwasannya jumlah angka kemiskinan dapat di tekan dan angka kesenjangan dapat mengecil. Semakin sedikit jumlah kemiskinan maka akan semakin kecil pula angka kesenjangan. Oleh sebab itu IMM selaku organisasi pergerakan harus mampu mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah guna meminimalisir adanya penyelewengan kekuasaan. Karena memang pada dasarnya, kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat hanya akan menimbulkan tatanan struktur sosio-ekonomi yang menindas. 

Alhasil nilai-nilai yang telah didapat dari IMM yang seharusnya tertanam pada diri kader IMM dapatlah dijadikan pondasi yang kokoh untuk melawan kesenjangan sosiall. Akhir tulisan semoga di usia mu yang semakin tua, IMM menjadi garda terdepan untuk pelopor kelangsungan bangsa.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *