Keutamaan Para Pencari Ilmu

Sukai Tulisan


Sukai Tulisan (0 pengunjung menyukai tulisan ini. )


Loading...

Oleh : Immawan Fery Fauzan – komisariat Fakultas Tekbik UMY
Sebuah kedudukan yang mulia bagi seorang muslim yang senantiasa menempuh jalan pencari ilmu. Karena sesungguhnya para Nabi bukanlah mewariskan emas, perak ataupun harta kekayaan lainnya, tapi ilmulah yang diwariskan para Nabi untuk umatnya karena bekal ilmu lebih dibutuhkan manusia daripada bekal lain di dunia maupun akhiratnya dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu sungguh merekalah yang mendapatkan bagian terbanyak dari warisan para Nabi.

Dengan ilmu seseorang mampu lebih mengenal penciptanya dan tahu tata cara yang benar dalam beribadah  kepadaNya, dengan ilmu manusia mampu menjalankan tugas manusia untuk mengelola bumi dengan amanah dan benar , dengan ilmu manusia mampu membangun peradaban di dunia yang mengagumkan tapi dengan ilmu Allah Azza wa Jalla rendahkan antar seorang manusia dengan manusia yang lain. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Quran dan merendahkan yang lain dengannya pula.” ( Hadits Riwayat Muslim )

Bahkan seorang ahli ilmu lebih tinggi kedudukannya di hadapan Allah dibandingkan dengan ahli ibadah saja, dalam salah satu hadits Rasulullah shalalllahu alaihi wa sallam berabda :

“Kelebihan orang yang berilmu atas ahli ibadah ialah seperti kelebihan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang – gemintang . Sesungguhnya orang-orang yang berilmu adalah pewaris nabi-nabi…. (Diriwayatkan dari Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Bahkan salah satu tanda kebaikan pada diri seseorang Allah memberikan padanya kecendurungan untuk mempelajari ilmu. Dalam As-Shahihain hadits dari Muawiyah bin Abi Sufyan, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berkata:

“Barangsiapa yang Allah menghendaki suatu kebaikan pada dirinya, maka Dia memberinya pengetahuan dalam masalah agama.”

“ Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah : 11)

Dalam perjalanannya mencari ilmu seorang penuntut ilmu  akan senantiasa diliputi oleh kebaikan-kebaikan selain itu Allah Azza wa Jalla akan memudahkan jalan penuntut ilmu seperti halnya memudahkan jalannya menuju ke surga.

“Barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan baginya ke surga.” ( Hadits riwayat Muslim)

Salah satu keluarga dan sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam , berkata Ibnu Abbas perihal mengajarkan ilmu kepada orang lain : “Sesungguhnya orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu) pada orang lain, maka setiap hewan yang melata akan memohonkan ampun baginya, termasuk pula ikan paus di lautan”

Dalam kitab Minhajul Qashidin imam Ibnu Qudamah berkomentar:

Jika ada yang bertanya: “Bagaimana mungkin ikan paus memohonkan ampun bagi orang yang berilmu? ”

Jawabannya “ Karena manfaat ilmu itu meliputi segala sesuatu, termasuk ikan paus. Orang-orang yang berilmu tentu tahu apa yang boleh dilakukan dan dilarang. Mereka akan senantiasa memberikan nasehat agar berbuat santun kepada segala sesuatu,termasuk kepada hewan yang akan di sembelihpun maupun ikan-ikan di lautan. Karenanya Allah mengilhamkan kepada setiap makhluk, berupa permohonan ampunan bagi orang-orang yang berilmu sebagai balasan baik dari perbuatan mereka.”
Dalam hal menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang ada di dunia.

“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang muslim.”(Hadits Riwayat Muslim)

Sebuah kerugian yang besar jika seorang muslim hanya mencari disiplin ilmu tertentu yang hanya ada kaitannya saja dengan kebaikan dunia akan tetapi dia melupakan ilmu tentang akhiratnya yang sejatinya seorang akan senantiasa membutuhkan ilmu agama dibandingkan disiplin ilmu dunia tertentu, karena ilmu akhirat akan senantiasa di gunakan sampai akhir menuju akhirat yang abadi sedangkan ilmu dunia digunakan ketika ia di dunia dan ditinggalkan saat ia meninggal. Untuk hukum masalah ilmu dunia akan kita bahas lebih rinci setelah ini, in syaa Allah.

 

Dalam hadits yang diriwayatkan muslim di atas yang di maksud ilmu yang wajib di cari bagi seorang muslim adalah ilmu muamalah hamba kepada Rabbnya sedangkan muamalah disini meliputi 3 macam yaitu : Keyakinan, perbuatan dan apa yang harus ditinggalkan.Sehingga diwajibkan bagi seorang muslim untuk mengetahui secara komprehensif seluk-beluk agamanya baik aturan dalam berinteraksi kepada Rabb kita, sesama manusia dan makhluk Allah lainnya.

Berkaitan dengan disiplin ilmu dunia yang dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia seperti halnya ilmu tentang kedokteran, matematika ,ekonomi maupun politik merupaka ilmu yang masuk kedalam kategori fardhu kifayah yang artinya apabila dalam suatu tempat atau daerah sudah ada orang yang mempelajari disiplin ilmu tersebut maka akan gugur kewajiban muslim yang lain untuk mempelajarinya dan apabila tidak ada yang mempelajari ilmu yang dimaksud maka wajib hukumnya ada yang mempelajari ilmu tersebut dan akan berdosa seluruh muslim yang ada di tempat tersebut hingga ilmu itu di pelajari.

Akan tetapi merupakan keutamaan seorang muslim jika mampu mempelajari dan ahli dalam berbagai bidang ilmu sehingga kendali ekonomi , politik maupun aspek yang lain bisa dikuasai oleh kaum muslim dan menjadikannya untuk kebaikan dan kemajuan umat manusia seperti pada hadits Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :

“ Mukmin yang kuat lebh baik dan dicintai Allah Azza wa Jalla daripada mukmin yang lemah…”           ( Hadits Riwayat Muslim)

Sudah semestinya sebagai seorang muslim untuk membekali dirinya dengan ilmu yang cukup dan tidak hanya merasa cukup dengan satu disiplin ilmu yang dikuasai akan tetapi seorang muslim akan senantiasa terus meng-upgrade potensinya untuk kejayaan islam dalam rangka mencari ridha Allah Azza wa Jala. Karena Allah Azza wa Jalla hanya akan memberikan kemuliaan kepada seorang muslim lewat islam dan tidak akan termulia seorang muslim tanpa sebab itu. Seperti perkataan Umar bin Al-Khattab “ Kita adalah umat yang dimuliakan Allah dengan islam, jika kita mencari kemuliaan dengan perkara yang lain niscaya Allah akan menghinakan kita”.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *